Friday, 15 October 2010

Purwokerto dan Objek Wisata Baturraden

Purwokerto adalah ibukota kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Kota dengan keberadaan lokawisata Baturraden yang cukup terkenal, Obyek wisata alam di kaki Gunung Selamet ini mengandalkan kesejukan alam dan panoramanya yang indah menghijau. Berbagai julukan di sandang kota di jalur selatan Jawa Tengah ini, dari Kota Wisata, Kota Kripik, Kota Pendidikan sampai kota Pensiunan, karena begitu banyaknya pejabat-pejabat negara yang pensiun dan akhirnya menetap di kota ini.

Secara tradisional, Purwokerto bukan merupakan kota industri maupun perdagangan. Sampai saat ini, aktivitas industri amat jarang ditemukan di Purwokerto. Kota ini bisa dikatakan tidak memiliki industri dalam skala besar yang dapat menyerap ribuan tenaga kerja atau mencakup wilayah puluhan hektar.

Perubahan terjadi sekitar tahun 2000 an, yakni saat kota ini mulai dibanjiri mahasiswa dari berbagai kota di pulau Jawa untuk menuntut ilmu di perguruan tinggi, terutama di Universitas Jenderal Soedirman UNSOED dan di Universitas Muhammadiyah Purwokerto UMP. Sejak saat itu, aktivitas ekonomi rakyat yang berkenaan dengan kebutuhan mahasiswa pun menggeliat, ribuan kamar kos dibangun untuk disewakan kepada para mahasiswa.

Seiring dengan tumbuhnya sektor jasa yang terkait dengan keberadaan mahasiswa, sektor pariwisata juga semakin berkembang. Jumlah wisatawan lokal yang berkunjung ke kota Purwokerto secara visual tampak semakin banyak dari tahun ke tahun. Ikon pariwisata kota ini adalah Baturraden, berkembangnya sektor pariwisata pada akhirnya memicu berkembangnya sektor ekonomi ikutannya seperti hotel dan penginapan, rumah makan, transportasi, dan jasa pendukung lainnya.

Objek Wisata Baturraden
Baturraden terletak di sebelah utara kota Purwokerto tepat di lereng sebelah selatan Gunung Selamet, karena letaknya di lereng gunung menjadikan kawasan ini memiliki hawa yang sejuk dan cenderung sangat dingin terutama di malam hari. Baturraden juga merupakan daerah wisata yang banyak dikunjungi oleh wisatawan lokal, terutama pada hari minggu dan hari libur nasional. Kondisi tersebut menyebabkan banyak hotel dan vila didirikan di sini.

Baturraden dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan pribadi maupun umum. Jarak dari kota Purwokerto sekitar 20 km dan dapat ditempuh dalam waktu 15 menit dengan lalu lintas yang tidak terlalu padat. Apabila ingin menggunakan kendaraan umum wisatawan dapat naik angkutan kota dari terminal di Purwokerto dan turun di terminal lokawisata Baturraden. Jika ingin lebih praktis wisatawan dapat menggunakan taksi.

Di Baturraden wisatawan dapat menikmati pemandangan alam yang indah dan udara pegunungan yang segar dengan suhu 18°C-25°C. Sedangkan Gunung Selamet dengan ketinggian 3.432 m.dpl, merupakan gunung berapi terbesar serta gunung tertinggi ke-2 di Jawa. Dari atas Baturraden kita bisa menikmati pemandangan kota Purwokerto dan pantai di kota Cilacap. Selain itu bila cuaca sedang cerah dan tidak berkabut, Nusakambangan pun dapat terlihat dari Baturraden.

Di Baturraden ada beberapa tempat yang bisa kita datangi, antara lain :

Wana Wisata : yang terletak 2 km dari lokawisata Baturraden. Di tempat ini dapat dinikmati keindahan alam hutan dilengkapi dengan tempat perkemahan yang dapat menampung 1000 tenda. Di tempat ini juga terdapat cagar alam dan pembibitan tanaman produksi seperti cemara dan pinus.

Pemandian Air Panas :
Pancuran 3 (Telu) : air panas yang mengandung belerang sangat diminati wisatawan, selain kehangatannya juga khasiatnya untuk mengatasi berbagai penyakit kulit dan tulang.
Pancuran 7 (Pitu) : terletak 2,5 km dari Lokawisata Baturraden. Tempat rekreasi ini menyuguhkan keindahan alam dan hutan yang didukung dengan adanya Pancuran 7 sebagai tempat wisata husada.

Goa Sarabadag : beranjak dari pancuran 7 menelusuri jalan setapak wisatawan dapat menikmati kesegaran air hangat dan dingin di Goa sarabadak, dengan bebatuan warna keemasan yang menakjubkan.

Telaga Sunyi : telaga sunyi terletak ± 3 km di sebelah Timur Lokawisata Baturraden. Tempat rekreasi ini menyajikan telaga yang indah dan berair dingin, dan pada musim-musim tertentu dapat dijumpai aneka warna kupu-kupu dan capung yang beterbangan disekitar telaga.

Curug Gede : terletak di desa Wisata Ketenger, kurang lebih 3 km dari Lokawisata Baturraden. Wisatawan ditempat ini dapat menikmati air terjun dengan keindahan atam dan lempengan batu.

Curug Cipendok : terletak di desa Karang Tengah kecamatan Cilingok , kurang lebih 25 km dari kota Purwokerto. Obyek wisata alam ini berupa air terjun dengan ketinggian 92 m yang dikelilingi pemandangan alam dan hutan yang indah.

Curug Ceheng : obyek wisata ini menampilkan keindahan air terjun yang diselingi dengan maraknya satwa lawa yang berterbangan.

Pemandian Kalibacin : terletak di desa Tambak Negara kecamatan Rawalo 17 km dari Purwokerto. Obyek wisata ini merupakan peninggalan sejarah kerajaan Indonesia maupun jaman Belanda terbukti dengan prasastinya. Dikenal dengan nama wisata Husada, karena wisatawan disamping dapat menikmati keindahan alamnya sekaligus dapat menyembuhkan penyakit kulit dan tulang.




Kuliner
Makanan khas kota Purwokerto adalah kripik dan mendhoan Karena makanan khas inilah, maka Purwokerto dijuluki sebagai Kota Kripik. Selain itu daerah Sokaraja juga terkenal dengan gethuk gorengnya, sehingga disebut Gethuk Goreng Sokaraja. Kota Banyumas juga memiliki makanan khas antara lain nopia, buntil, sroto Gembus, dan Ciwel.

Apabila orang dari luar kota datang ke Purwokerto, mereka pasti tidak akan lupa membeli mendhoan dan kripik tempe ini. Bahkan ada juga orang dari luar kota yang sengaja datang ke Purwokerto hanya untuk membeli mendhoan. Oleh karena itu mendhoan di Purwokerto sudah sangat terkenal.
Begitu juga dengan Sroto Sokaraja. Orang juga mengakui jika sroto Sokaraja ini memang enak, maka tak heran jika di sepanjang jalan Sokaraja banyak orang yang berjualan sroto Sokaraja.



Sumber : Indonesia.go.idWikipedia Indonesia, Rubbi Widiantoro-Swaberita, Keindahan Baturaden Purwokerto-2vx.net  photo : Curug Ceheng by Tri Haryanto.

4 comments: