Thursday, 22 July 2010

Gunung Sindoro

Gunung Sindoro (3.136 m.dpl) Adalah termasuk dalam jajaran gunung berapi yang mempunyai bentuk kerucut dengan tipe Strato. Dari kejauhan nampak seperti dua saudara kembar antara Sindoro dan Sumbing, berdiri kokoh di batas Kabupaten Temanggung sebelah barat dan sebelah timur kota Wonosobo. Gunung Sindoro mempunyai Koordinat/ Geografi pada 7° 18'LS dan 109° 59.5' BT, letusan terakhir terjadi pada tahun 1971. Gunung Sindoro telah mengalami eksploitasi yang mengkhawatirkan, bayangan orang tentang gunung yang hijau dan hutan rimba yang alami telah berubah, hanya ladang tembakau dan semak-semak saja yang terdapat di sepanjang perjalanan, hanya sebagian kecil perjalanan menuju puncak saja yang masih terlindungi oleh pohon-pohon besar.

Rute Pendakian
Gunung ini mudah dicapai dari segala jurusan, sebelah timur dari Magelang, sebelah barat dari Banjarnegara, arah utara dari Candiroto atau Melayu, sedangkan arah selatan dari Purworejo. Untuk mendaki gunung Sindoro terdapat dua jalur umum yang biasanya dipergunakan, yaitu; lewat Desa Kledung dan lewat Desa Sigedang (Tambi).
Menurut tradisi masyarakat di sini, setiap tanggal 1 Suro, Tahun Baru pada penanggalan Jawa-Islam, banyak penduduk yang mendaki Gunung Sindoro ini, untuk mengadakan selamatan di puncak.
Rute Kledung
Perjalanan dimulai dari desa Kledung kecamatan Parakan, sebaiknya kita turun di ujung jalan desa paling tinggi di desa tersebut, kemudian kita menuju rumah kepala desa untuk mendapatkan informasi dan mempersiapkan segala perlengkapannya. Agar persiapan Anda matang, sebaiknya bermalamlah di desa tersebut. Persiapkan peralatan dan perlengkapan termasuk air bersih secukupnya. Pasalnya sepanjang perjalanan ke puncak gunung tidak terdapat sumber air.

Waktu yang dibutuhkan untuk mencapai puncak sekitar 8 jam dengan menempuh jarak 7 km. Untuk turun kembali hanya membutuhkan waktu 4 jam. Medan yang ditempuh tidaklah sulit, sehingga sangat baik bagi para pendaki pemula, biasanya pada hari libur banyak yang mendaki.


Pada awal perjalanan, Anda akan melewati kebun sayur yang sangat indah. Selanjutnya Anda akan menemui hutan pinus dan kebun Edelweis yang menawan. Selanjutnya kita akan tiba di Pos I Sibajing, dengan ketinggian 1.900 m.dpl.

Perjalanan diteruskan ke Pos II Cawang, sebelum sampai di pos II terdapat persimpangan, kita harus belok ke kanan, jangan mengambil jalan lurus karena buntu. Pendaki yang berjalan malam hari sering kesasar mengambil jalur lurus. Pos II berada pada ketinggian 2.120 mdpl.

Kita kemudian menuju ke Pos III Seroto yang berada pada ketinggian 2.530 m.dpl, di sini kita akan menyaksikan pemandangan yang sangat indah. Perjalanan dilanjutkan dengan melewati kawasan hutan dan kawasan bebatuan. Setelah melewati padang Edelweis kita akan sampai di puncak.


Puncak Gunung Sindoro merupakan dataran seluas (400 x 300) meter, yang disebelah timurnya terdapat dua kawah kembar seluas (210 x 150) meter. Sedangkan di sebelah barat dan utara terdapat dataran Segoro Wedi dan Banjaran serta dua dataran yang belum bernama, yang merupakan sisa kawah utama.

Rute Sigedang
Jalur Sigedang merupakan jalur yang agak sulit karena jalanan sangat menanjak sehingga jarang yang melakukan pendakian lewat sini tetapi jalur ini banyak di gunakan sebagai jalur turun karena lebih cepat dan lebih dekat dengan Lembah Dieng. Untuk mencapai Sigedang, dari arah Wonosobo kita naik bus ke jurusan Dieng, turun di Rejosari atau Tambi, sekitar 15 Km.

Selanjutnya perjalanan diteruskan dengan jalan kaki atau naik Ojek menuju ke arah kampung Sigedang sekitar 4 Km. Kondisi Jalan menuju Sigedang sudah beraspal dan disekitar jalan kita bisa memandang hamparan tanaman teh. Awal pendakian kita mulai di sini. Berjalan melewati jalan berbatu menyusuri kebun-kebun teh selama 2 jam perjalanan akan sampai dibatas perkebunan teh dengan hutan (4 Km). Dari sini pendakian kita teruskan melalui jalanan yang cenderung menanjak selama 3 jam akan sampai di Watu Susu.


Watu Susu merupakan daerah yang mempunyai ciri adanya batu yang besar yang terdiri 2 buah. Menurut kepercayaan penduduk, batu ini merupakan buah dada dari Gunung Sindoro. Dari Watu Susu ke puncak dibutuhkan waktu sekitar 1,5 jam lagi. Perjalanan dari Sigedang menuju puncak Gunung Sindoro membutuhkan waktu sekitar 6-7 jam dan turunnya memakan waktu 4-5 jam perjalanan. 
Untuk melakukan pendakian ke Gunung Sindoro lewat Kledung belum ada ijin khusus tetapi sebelum melakukan pendakian kita harus mencatat nama di rumahnya Kadus (kepala dusun) setempat sebagai tanda ijin mengetahui adanya pendaki yang naik.
Dataran Tinggi Dieng (2.093 m.dpl)
Untuk melengkapi penjalanan bisa menuju ke Kawasan wisata Dataran Tinggi Dieng. Dataran Tinggi Dieng merupakan kawasan wisata yang terkenal baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Untuk mencapai Dataran Tinggi Dieng dari arah Wonosobo kita naik minibus atau taksi menuju ke arah Dieng (26 Km). Suhu rata-rata 15-20 derajat pada siang hari dan 10 derajat pada malam hari, sungguh menawarkan suasana sejuk dan nyaman.Untuk penginapan di Wonosobo banyak di temui hotel berbintang dan losmen.

Tempat wisata yang paling terkenal adalah kawah Cikidang. Bentuk kawah Cikidang menyerupai kawah Tangkuban Perahu, Kawah Cikidang merupakan bekas kepundan gunung berapi. Telaga Warna merupakan sebuah telaga vulkanis, bekas kepundan sebuah gunung berapi yang meletus pada masa Dieng Purba. Kandungan telaga vulkanis ini berisi aneka bahan mineral dan belerang . Sehingga ketika cahaya mentari menembus dasar telaga, karena refleksi ekologis maka terpantullah aneka warna cemerlang ke permukaan (putih, kuning, hijau). Untuk Lebih lengkapnya mengenai Dieng baca Dataran Tinggi Dieng.



8 comments:

  1. Teringat waktu supermoon kemaren mendaki gunung ini sendiri. berkali kali kesini gak ada bosanya :)

    jalur Sigedang bener2 jarang selter :(

    ReplyDelete
  2. mohon tinjau denah/rute pendakian yg disertakan,...
    sy rasa itu denah/rute G.Sumbing.
    Trimakasih.Salam Lestari,...

    ReplyDelete
  3. Terima kasih atas koreksinya, untuk sementara saya hilangkan denahnya

    ReplyDelete
  4. sebenarnya masih ada beberapa jalur pendakian lagi,
    tapi medan memang agak sulit
    lewat katekan,ngadirejo & jumprit,ngadirejo....

    ReplyDelete
  5. teringat masa lampau....

    ReplyDelete
  6. pengen rasanya latihan lgi di gunung, selain mengenal alam sekaligus sebagai pengingat kita tidak ada apa2 nya di dunia ini

    ReplyDelete
  7. @UKHUWAH ALFATAH RESCUE: ya betul, alam bisa dijadikan pembelajaran bagi kita semua

    ReplyDelete
  8. wah itu air di kawahnya keren bgt...
    kmren sy kesana kering kawahnya...


    ardiyantaa.blogspot.com

    ReplyDelete