Sunday, 25 July 2010

Gunung Semeru

Gunung Semeru dengan ketinggian 3.676 meter diatas permukaan laut (m.dpl), merupakan gunung tertinggi di pulau Jawa, dengan puncaknya Mahameru. Gunung Semeru termasuk salah satu dari gunung berapi yang masih aktif di Jawa Timur, terletak diantara wilayah Administrasi Kabupaten Malang dan Lumajang dengan posisi geografis antara 7°51’-8°11’ Lintang Selatan, 112°47’-113°10’ Bujur Timur.

Puncak Gunung Semeru (Mahameru) dapat terlihat dengan jelas dari Kota Malang dan beberapa tempat lainnya dengan bentuk kerucut yang sempurna, tapi pada kondisi yang sebenarnya di puncak berbentuk kubah yang luas dengan medan beralun disetiap tebingnya. Kawah Jonggring Saloko pada tahun 1913 dan tahun 1946 mendobrak tepi kawah menyebabkan aliran lava kebagian selatan daerah Pasirian, Candipura dan Lumajang.

Topografi dan Iklim
Merupakan hal yang biasa bila terjadi kabut sepanjang jalur pendakian pada pagi hari dan sore hari sampai
malam hari. Didaerah Ranu Kumbolo dan Kalimati sebagai tempat untuk menginap/bermalam selalu ditutupi kabut yang tebal.

Keberadaan kabut yang terjadi didua tempat tersebut selain dinginnya suhu udara (proses kondensasi udara), juga angin yang bertiup didaerah tersebut sambil membawa kabut. Khusus di daerah Ranu Kumbolo dengan adanya danau yang cukup luas menjadi pendukung pembentukan kabut karena proses penguapan air danau.
Secara umum keadaan iklim di wilayah gunung Semeru dan sekitarnya termasuk type iklim B (Schmidt & Ferguson) dengan curah hujan antara 927-5.498 mm pertahun dengan jumlah hari hujan 136 hari/tahun. Musim hujan jatuh sekitar bulan Nopember-April.

Suhu rata-rata berkisar antara 3°C-8°C pada malam dan dini hari, sedangkan pada siang hari berkisar antara 15°C-21°C. Kadang-kadang pada beberapa daerah terjadi hujan salju kecil yang terjadi pada saat perubahan musim hujan ke musim kemarau atau sebaliknya. Suhu yang dingin disepanjang jalur perjalanan ini bukan semata-mata disebabkan oleh udara diam tetapi didukung oleh kencangnya angin yang berhembus ke daerah ini menyebabkan udara semakin dingin. Suhu udara di puncak Gunung Semeru berkisar 0-4 derajat celcius.

Flora dan Fauna
Gunung ini masuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Taman Nasional ini terdiri dari pegunungan dan lembah seluas 50.273,3 Hektar. Terdapat beberapa gunung di dalam Kaldera Gunung Tengger antara lain: Gunung Bromo (2.392 m.dpl), Gunung Batok (2.470 m.dpl), Gunung Kursi (2.581 m.mdl), Gunung Watangan (2.662 m.dpl), Gunung Widodaren (2.650 m.dpl), dan terdapat empat buah danau (ranu): Ranu Pani, Ranu Regulo, Ranu Kumbolo, Ranu Darungan.

Flora yang berada di Wilayah Gunung Semeru beraneka ragam jenisnya tetapi banyak didominir oleh pohon cemara, akasia, pinus, dan jenis Jamuju, sedangkan untuk tumbuhan bawah didominir oleh Kirinyuh, alang-alang, tembelekan, harendong dan Edelweis putih, (Edelweis yang banyak terdapat di lereng-lereng menuju Puncak Semeru). Dan juga ditemukan beberapa jenis anggrek endemik yang hidup di sekitar Semeru Selatan.
Banyak fauna yang menghuni gunung Semeru antara lain: Macan Kumbang, Budeng, Luwak, Kijang, Kancil, sedangkan di Ranu Kumbolo terdapat Belibis yang masih hidup liar.

Rute Pendakian
Pada bulan-bulan libur sekolah, pendakian menuju Gunung Semeru akan ramai. Ranu Kumbolo yang menjadi favorit para pendaki dan sekaligus sebagai camp sementara untuk istirahat sebelum menuju puncak akan berubah menjadi perkampungan baru para pendaki dari berbagai penjuru. Untuk Menuju daerah awal pedakian kita bisa mengunakan dua jalur yaitu dari arah Senduro-Lumajang dan Tumpang-Malang.

Jalur Senduro-Lumajang
Jalur ini relatif sepi bagi pendakian karena belum begitu terkenal di kalangan pendaki, Akses transportasi juga masih agak susah dijumpai untuk menuju ke Ranu Pani dari Senduro. Bila kita melewati jalur ini kita bisa menikmati hutan hutan yang masih relatif alami dan tempat persembahyangan agama hindu di Senduro yang merupakan pura terbesar di Jawa. Dari Senduro ke Ranupani membutuhkan waktu sekitar 2-3 jam perjalanan bermotor. Dan setelah tiba di Ranupani perjalanan sama dengan jalur Tumpang-Malang.

Jalur Tumpang-Malang
Dari Kota Malang perjalanan di lanjutkan menuju ke Tumpang via Terminal Arjosari dengan Angkot selama +30 menit. Di Tumpang kita bisa langsung naik jeep dengan tarif berkisar Rp.20.000 sampai 25.000, atau Truk yang menuju ke Ranupani. Disini kita bisa juga bermalam di tempat pemilik jeep bila kita kemalaman dan besoknya melanjutkan perjalanan. Logistik bisa di dapat di sini serta sarana telepon juga sudah banyak.

Dari Tumpang perjalanan dilanjutkan ke Ranu pani dengan melewati Gubuklakah, yang merupakan Desa penghasil apel, lalu Ngadas, Tempat Suku tengger bermukim, serta Jemplang-Bantengan ( Disini pemandangan ke Gunung Bromo nampak bagaikan hamparan permadani bila awal musim hujan mulai atau akan berakhir). Perjalanan Tumpang ke Ranu pani membutuhkan waktu sekitar 4-5 jam.

Ranu Pani (2.000 m.dpl) adalah sebuah dusun terakhir perjalanan bermotor, ditempat ini terdapat Pos Pemeriksaan Pendaki Gunung dan fasilitas yang ada berupa Pondok Pendaki, Pondok Penelitian, Pusat Informasi dan Kantor Resort, Wisma Cinta Alam, Wisma tamu dan Bangunan Pengelola.

Ditengah perkampungan Ranu Pani terdapat Danau (Ranu) Pani yang merupakan kawasan wisata. Dari Ranu Pani bila kita berjalan menyusuri jalan setapak lurus akan sampai di Ranu Regulo. (15 menit). Di Pos Ranu Pani kita juga dapat melakukan proses perijinan, tetapi lebih baik perijinan dilakukan di kantor Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jl. Raden Intan No. 6 Malang 65100.


Dari Ranu Pani perjalanan dilanjutkan menyusuri jalan beraspal sepanjang 0.5 km menuju jalan setapak pendakian menuju ke Ranu Kumbolo (2.390 m.dpl). Melewati tanah pertanian daerah Watu Rejeng perjalanan menanjak di mulai. Disekitar perjalanan jalan ada yang tertutup oleh pohon tumbang/roboh ke jalan sehingga sesekali kita merayap. Nuansa perjalanan banyak dijumpai penduduk yang mencari kayu bakar serta burung di sepanjang jalur perjalanan.

Jarak dari Ranu Pani ke Watu Rejeng sekitar 5 Km dengan waktu tempuh 90 menit. Lalu untuk sampai di Ranu Kumbolo membutuhkan waktu 90 menit dengan jarak 5 km. dan di Ranu Kumbolo kita bisa bermalam. Total Perjalanan dari Ranu Pani Ke Ranu Kumbolo 3-4 jam perjalanan dengan jarak sekitar 10 Km. Ranu Kumbolo (2.390 m.dpl) merupakan lembah dan terdapat danau/ranu yang luasnya 12 Ha. Daerah ini tempat peristirahatan yang memiliki pemandangan dan ekosistem dataran tinggi yang asli. Panorama alam di pagi hari akan lebih menakjubkan berupa sinar matahari yang terbit dari celah-celah bukit menunjukan warna-warni yang membuat di sekitar danau berwarna kemerah-merahan dan kekuningan, ditambah uap air diatas danau seakan-akan keluar dari danau tersebut. Fasilitas yang terdapat disini berupa Pondok Pendaki dan MCK untuk istirahat dan memasak serta berkemah. Di daerah ini terdapat Prasasti peninggalan jaman purbakala yang diduga merupakan peninggalan Kerajaan Majapahit.

Dari Ranu Kumbolo kita bisa menuju ke Pangonan Cilik yang merupakan sebuah nama untuk kawasan padang rumput yang terletak di lembah Gunung Ayek-ayek yang terletak tidak jauh dari Ranu Kumbolo. Setelah dari Ranu Kumbolo perjalanan diteruskan ke Kalimati. Melewati Tanjakan Cinta, yang merupakan tanjakan yang lumayan memeras tenaga dan diteruskan melewati Savana Oro-oro ombo (30 menit). Daerah ini merupakan padang rumput luasnya +100 Ha berada pada sebuah lembah yang dikelilingi bukit-bukit gundul dengan tipe ekosistem asli tumbuhan rumput, lokasinya berada dibagian atas tebing yang bersatu mengelilingi Ranu Kumbolo. Padang rumput ini mirip sebuah mangkuk dengan hamparan rumput yang berwarna kekuningan, kadang-kadang pada beberapa tempat terendam air hujan.


Perjalanan diteruskan ke Cemoro Kandang memerlukan waktu sekitar 3-4 jam perjalanan pendakian dan diteruskan melewati Padang Rumput-Jambangan dan menuju ke Kalimati. Di sini kita dapat bermalam dengan fasilitas Pondok pendaki dan kebutuhan air untuk memasak dapat diambil dari Sumber Mani ( 15 Menit). Perjalanan dari Ranu Kumbolo menuju Kalimati memerlukan waktu sekitas 4-5 jam perjalanan pendakian.

Setelah dari Kalimati kita menuju ke Arcopodo (2-3 jam). Arcopodo merupakan daerah yang berada dilereng puncak Gunung Semeru dan dapat digunakan untuk mendirika tenda. Pagi hari setelah bermalam dari Kalimati atau Arcopodo perjalanana pendakian kita lanjutkan menuju ke puncak Jonggring Saloko dengan melewati tanah berpasir dengan kemiringan hampir 60-70 derajat. Diperlukan kewaspadaan khusus dalam melewati medan ini karena banyak batu-batu yang longsor oleh angin atau pendaki di atas kita. Perjalanan Arcopodo ke Puncak membutuhkan waktu 3-4 jam perjalanan pendakian.

Kawah Jonggring Saloko memiliki keunikan pada setiap 10-15 menit sekali menyemburkan abu dan batuan vulkanik yang didahului semburan asap berwarna hitam kelam membumbung tinggi ke angkasa seakan-akan menyelimuti seluruh puncak.

Sebelum melakukan pendakian ke gunung semeru usahakan terlebih dahulu mencari infomasi ke Kantor Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jl. Raden Intan No. 6 Malang 651000, karena Pendakian ke Gunung Semeru tidak terus di buka atau sewaktu-waktu di tutup karena aktivitas kawah yang terus bergejolak atau ada kejadian alam disekitar jalur pendakian.
Bila anda di puncak Mahameru usahakan jangan terlalu lama karena pada siang hari arah angin cenderung ke utara sehingga asap akan bergerak ke utara. Karena semburan asap bisa mengakibatkan keracunan dan gangguan pernapasan yang bisa mengakibatkan kematian.


Sumber : Suara Alam Suara NusantaraSummer Time

5 comments:

  1. mountain semeru trekking........

    ReplyDelete
  2. asik,,asik,,,

    ReplyDelete
  3. Memang menakjubkan gunung semeru ,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. next,,,,,,,,,,,,,,,,akuh datang padamu, semeruuuuu :)

      Delete
  4. seberapa berat pendakian ke mahameru,,?

    ReplyDelete