Thursday, 29 July 2010

Gunung Merapi

Gunung Merapi (2.968 m.dpl) siapa yang tidak kenal dengan gunung ini, gunung api yang mempunyai daya rusak yang tinggi dan paling aktif diantara 75 gunung api yang terletak di Indonesia serta merupakan gunung terganas di dunia. Salah satu ciri khas dari Gunung Merapi adalah pada saat terjadi letusan menghasilkan awan panas (glowing avalanches), yang oleh penduduk setempat disebut Wedus Gembel, awan panas ini mempunyai suhu sekitar 1.000 °C yang turun berbentuk gumpalan asap yang kelam.

Ciri khas lain dari Gunung Merapi adalah pembentukan kubah lava yang bisa mencapai ratusan meter kubik perhari, yang terbesar jumlahnya sepanjang sejarah terjadinya letusan gunung berapi didunia. Letusan pada November 1994 menyebabkan hembusan awan panas ke bawah hingga menjangkau beberapa desa dan memakan korban puluhan jiwa manusia. Letusan 19 Juli 1998 cukup besar namun mengarah ke atas sehingga tidak memakan korban jiwa. Catatan letusan terakhir gunung ini adalah pada tahun 2001-2003 berupa aktivitas tinggi yang berlangsung terus-menerus.

Gunung Merapi terletak di perbatasan Yogyakarta (30 Km), Kabupaten Magelang (25 Km) dan Kabupaten Klaten (17,5 Km), tepatnya secara geografis kawasan Gunung Merapi adalah di antara koordinat 07°22'33"- 07°52'30" LS dan 110°15'00" - 110°37'30" BT. Gunung Merapi ini sering di tutup untuk pendakian karena sering menunjukkan gejala letusan yang tiba-tiba.


Jalur Pendakian
Walau begitu, gunung ini hampir tidak pernah sepi dari pendaki, bahkan pada hari minggu banyak sekali pendaki yang datang. Untuk mencapai puncak Gunung Merapi kita bisa melewati dua jalur utama, lewat Kinaharjo/Kaliurang dan lewat Selo/Boyolali.


Jalur Selo
Untuk mencapai Desa Selo dari Kota Yogyakarta kita naik bus menuju ke Magelang, turun di Desa Blabak, dan dilanjutkan naik minibus atau kendaraan barang ke jurusan Selo. Sebaiknya diperhatikan, diatas pukul 17.00 WIB kendaraan dari Blabak ke Selo mulai jarang beroperasi. Sebenarnya Selo lebih mudah dicapai dari arah Solo-Boyolali, karena dari Boyolali, ada angkutan yang langsung menuju Selo.

Desa Selo (1.560 m.dpl) saat ini menjadi gerbang pendakian utama. Desa ini mempunyai panorama alam yang indah karena letaknya yang strategis. Penduduk desa ini sebagian besar bertani sayuran dan tembakau. Di desa ini juga terdapat tempat wisata gua yang mempunyai tempat pertapaan, terletak 300 meter dari Pos Polisi Selo.

Awal pendakian ke puncak Gunung Merapi dari Selo, kita berjalan menuju jalanan yang terletak disebelah Losmen Agung Merapi menuju Kampung Plawangan (1.630 m.dpl), Kampung terakhir untuk mencapai puncak Gunung Merapi. Dari Plawangan perjalanan dilanjutkan mengikuti jalan desa menuju lapangan parkir yang merupakan Pos I. Pos ini bisa dicapai dengan mobil, tetapi sebaiknya mobil di Parkir di Plawangan karena lebih aman dan menjelang Pos I terdapat longsoran. Jarak antara Losmen sampai Pos I adalah 2,3 km, yang dicapai dengan 45 menit berjalan kaki.

Perjalanan dilanjutkan menuju Pos II yaitu Selokopo Bawah (2.040 m.dpl) selama 1,5 jam perjalanan. Dari Selokopo bawah kita menuju Selokopo Atas (2.283 m.dpl) sekitar 1 jam, menyusuri jalan tanah dan berbatu. Dari Selokopo Atas perjalanan diteruskan menyusuri jalan berbatu selama 1.5 jam, kita akan sampai di Pasar Bubrah (2.450 m.dpl).

Pasar Bubrah menurut keyakinan masyarakat di sekitar gunung ini, merupakan pasar setan. Dari sini perjalanan diteruskan selama 2,5 jam melalui jalan yang sangat menanjak dan berbahaya menuju ke Puncak Garuda. Total Perjalanan dari Selo sampai ke puncak memakan waktu 5-6 jam dan turunnya membutuhkan waktu 3-4 jam per jalanan.


Pemandangan di Puncak Garuda sangat menakjubkan sekaligus mengerikan, gemuruh kawah dan asapnya serta tebing batu di sekitar kawah nampak menyeramkan. Tetapi dari puncak ini kita bisa saksikan kota-kota di kaki-kaki gunung seperti Yogyakarta, Boyolali dan Magelang, pesisir Lautan Hindia. Kalau beruntung, kita bisa menyaksikan matahari terbit yang kemerahan diufuk timur yang merupakan panorama alam yang sungguh menakjubkan.
Untuk pendakian 2 (dua) gunung sekaligus, biasanya jalur yang dipakai adalah Kopeng - Puncak Merbabu - Selo - Puncak Merapi dan kembali ke Selo.
Jalur Kaliurang
Untuk menuju Desa Kaliurang, dari Jogyakarta dapat digunakan minibus. Desa Kaliurang terletak di bawah kaki Gunung Merapi dengan alam yang hijau segar sehingga banyak dikunjungi untuk berbagai tujuan antara lain: rekreasi, pendakian ke Gunung Merapi, seminar ataupun jalan-jalan ke Observatorium Gunung Merapi di Plawangan, dimana kita dapat menyaksikan dengan lebih dekat kegiatan Gunung Merapi.

Desa Kaliurang sebelum ditutup sementara dan dinyatakan sebagai daerah terlarang pada bulan November 1994, merupakan gerbang utama pendakian Gunung Merapi dari arah selatan. Kaliurang merupakan daerah wisata yang terkenal, terletak sekitar 25 km sebelah utara kota Yogyakarta. Untuk menikmati pemandangan Gunung Merapi tersedia gardu pandang dimana kita bisa membuat foto panorama dan menyaksikan lelehan lava berwarna merah dimalam hari.


Dari Kaliurang perjalanan kita teruskan menuju Kinaharjo melalui jalan desa, yang ditempuh selama 30 menit. Untuk menuju Kampung Kinaharjo dapat juga dicapai dengan kendaraan umum dari Pakem (4 Km sebelum Kaliurang dari Yogyakarta). Di Kampung Kinaharjo kita bisa menemui juru kunci Gunung Merapi, Mbah Marijan, yang banyak dikenal para pendaki, untuk mendapatkan informasi dan cerita tentang Gunung Merapi.

Perjalanan dari Kinaharjo kita teruskan melalui jalan yang agak menanjak, setelah 1 jam kita akan menemukan Pondok untuk berhenti melepas lelah, dari Pondok perjalanan kita teruskan selama 1,5 jam melalui sebuah Monumen Anti Nuklir menuju kawasan Pasir Hitam sisa letusan Gunung Merapi. Perjalanan selama 1 jam dari Pasir Hitam kita akan sampai dibatas hutan dimana banyak ditemui pohon-pohon cemara. Perjalanan kita lanjutkan selama 2 jam ke pertigaan menuju ke kawah, berupa bekas lelehan lava yang sudah mengeras.


Dari pertigaan, jalan yang dilalui curam menanjak, dan berkerikil yang bercampur dengan pasir. Perjalanan lurus ke puncak membutuhkan waktu sekitar 2 jam dan kekiri menuju ke kawah Gunung Merapi memakan waktu 1 jam per jalanan. Total perjalanan membutuhkan waktu 9-10 jam dan turunnya memakan waktu 4-5 jam perjalanan. Secara umum pendakian lewat Kaliurang lebih berat dan lama, tetapi lebih populer karena mudah dicapai dari Yogyakarta.
Bila kita memulai pendakian malam hari dari Selo, kita bisa menyaksikan matahari terbit di Puncak Garuda. Pendakian yang paling ramai biasanya pada bulan 1 Syuro (Tahun Baru dalam Penanggalan Jawa).
Untuk mengetahui kondisi vulkanis terakhir sebelum pendakian, kita bisa menghubungi petugas Vulkanologi di Selo atau di Kaliurang. Untuk mendaki gunung ini kita harus ekstra hati-hati terhadap longsoran batu yang terinjak pendaki didepannya.


Sumber : Khatulistiwa InfoMount In BlackMapala Apache STIMIK Banjar BaruGrowing With NatureIndonesian Touring Destination

3 comments:

  1. Ikut parkir gan, SalamRimba suka naik gunung gan, infonya cukup lengkap untuk rute pendakian bisa jadi panduan bagi pendaki muda. Thank's

    ReplyDelete
  2. Saya sedih sekaligus marah dengan kelakuan beberapa orang yang menjadikan musibah gunung meletus di merapi dan bencana gempa di mentawai sebagai sarana "wisata". hal ini terungkap pada saat wartawan PR mewawancarai masyarakat di sekitar merapi, yang menyatakan bahwa banyak sekali masyarakat dari luar kota yang sengaja datang dengan kendaraan ke merapi untuk berwisata saja...tega banget ya mereka...

    ReplyDelete
  3. #bolehngeblog : Sungguh tega banget mereka, dikala saudara-saudara kita sedang kesusahan terkena bencana, mereka menganggapnya suatu tontonan yang menarik "SUNGGUH MEMALUKAN", apakah mereka sudah hilang hati nuraninya

    ReplyDelete